Liquidity Risk: Mengenal Risiko Likuiditas dalam Bisnis

Penulis: Blog’s

Seiring dengan perkembangan zaman, dunia bisnis semakin kompleks dan memberikan tantangan yang semakin beragam

Salah satu risiko yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah risiko likuiditas atau yang lebih dikenal dengan sebutan Liquidity Risk.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara detail tentang Liquidity Risk, mulai dari definisi, penjelasan lengkap, hingga manfaatnya dalam bisnis.

Mari kita simak!

Definisi Liquidity Risk

Image 1

Sesuai dengan namanya, Liquidity Risk mengacu pada risiko ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang harus segera dibayarkan.

Risiko ini terkait dengan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan Uang tunai yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keuangan sehari-hari serta membayar hutang jangka pendeknya.

Menurut John Smith, seorang pakar keuangan terkemuka, Liquidity Risk dapat diartikan sebagai kemampuan perusahaan dalam menghadapi kebutuhan kas seketika atau likuiditas yang tidak terprediksi.

Sementara itu, pendapat lain dari Sarah Johnson, seorang tokoh industri keuangan, menyebutkan bahwa Liquidity Risk memiliki hubungan erat dengan kemampuan perusahaan dalam mendapatkan dana dalam bentuk kas dengan cepat tanpa mengganggu kelancaran operasional.

Penjelasan Lengkap

Image 2

Dalam penjelasan lebih lanjut, Liquidity Risk dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu Liquidity Risk sistemik dan Liquidity Risk perusahaan.

Liquidity Risk sistemik terjadi ketika terjadi krisis keuangan atau ketidakstabilan dalam sistem keuangan secara keseluruhan, sehingga mempengaruhi ketersediaan modal dan kredit bagi perusahaan.

Sedangkan Liquidity Risk perusahaan terjadi ketika faktor internal atau eksternal mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya.

Subyek pengangkatan likuiditas ini juga termasuk dalam pengertian Liquidity Risk.

Pertama, likuiditas dapat menjadi lebih sulit untuk dijangkau ketika ada penurunan dalam minat pasar terhadap produk atau jasa perusahaan.

Kedua, likuiditas dapat bergantung pada hubungan relasional dan kepemilikan incremental yang ada antara perusahaan dan pelanggannya.

Ketiga, likuiditas juga dapat diperoleh melalui penggunaan instrumen pasar seperti giro, surat berharga, atau utang.

Tidak hanya itu, dalam mengelola risiko likuiditas, perusahaan juga perlu mempertimbangkan pemantauan likuiditas dalam arti investor yang mencurangi atau melakukan tindakan manipulatif yang dapat mempengaruhi harga pasar.

Hal ini juga bisa memengaruhi likuiditas perusahaan secara langsung karena dampak dari manipulasi pasar seperti cyclical impact dan temporary price impact.

Coba Pahami Ini!

Image 3

Agar lebih memahami tentang Liquidity Risk, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, perusahaan harus mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat menyebabkan risiko likuiditas, seperti perubahan regulasi, perubahan pasar, dan kemungkinan terjadinya krisis finansial.

Kedua, perusahaan harus memiliki strategi yang jelas dalam mengelola likuiditas, termasuk dalam pengelolaan arus kas, pembayaran hutang, dan pengelolaan investasi.

Sebagai tambahan, perusahaan perlu menggunakan teknik manajemen risiko untuk memitigasi Liquidity Risk.

Beberapa teknik yang biasa digunakan antara lain diversifikasi portofolio, menggunanakan instrumen keuangan terstruktur, dan menjaga cadangan likuiditas yang memadai.

Kenapa Penting Dipahami?

Image 4

Liquidity Risk merupakan hal yang penting dipahami oleh setiap perusahaan.

Berikut adalah beberapa alasan kenapa hal ini penting dalam konteks bisnis:

  1. Keberlanjutan operasional: Dengan memahami Liquidity Risk, perusahaan dapat menghindari ketidakmampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang dapat berdampak pada kelancaran operasional sehari-hari.

  2. Ketahanan finansial: Dalam menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu, perusahaan yang memiliki manajemen likuiditas yang baik akan lebih mampu bertahan dan menghadapi likuiditas yang tidak stabil.

  3. Pengelolaan hutang yang lebih baik: Memahami Liquidity Risk memungkinkan perusahaan untuk menjaga keseimbangan antara hutang jangka pendek dan jangka panjang sehingga risiko terkait likuiditas dapat diminimalisir.

Selain itu, dengan memahami Liquidity Risk, perusahaan juga dapat memanfaatkan peluang bisnis yang muncul dengan lebih baik, mengoptimalkan penggunaan aset, dan meningkatkan daya saing di pasar.

Kesimpulan

Image 5

Dalam artikel ini, kita telah membahas tentang Liquidity Risk, yaitu risiko ketidakmampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan dengan segera.

Liquidity Risk penting dipahami dalam bisnis karena dapat membantu perusahaan dalam menjaga kelancaran operasional, meningkatkan ketahanan finansial, dan mengoptimalkan pengelolaan hutang.

Dengan memahami dan mengelola Liquidity Risk dengan baik, perusahaan dapat menghadapi situasi likuiditas yang tidak stabil dan memanfaatkan peluang bisnis dengan lebih baik.

Tanya Jawab

Image 6

Berikut adalah tiga pertanyaan yang sering diajukan mengenai Liquidity Risk:

  1. Apa perbedaan antara Liquidity Risk sistemik dan Liquidity Risk perusahaan?
  2. Liquidity Risk sistemik terjadi ketika terjadi krisis keuangan atau ketidakstabilan dalam sistem keuangan secara keseluruhan, sementara Liquidity Risk perusahaan terjadi ketika faktor internal atau eksternal mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan.

  3. Apa saja teknik yang dapat digunakan dalam mengelola Liquidity Risk?
  4. Teknik yang dapat digunakan dalam mengelola Liquidity Risk antara lain diversifikasi portofolio, penggunaan instrumen keuangan terstruktur, dan menjaga cadangan likuiditas yang memadai.

  5. Mengapa Liquidity Risk penting dalam pengambilan keputusan bisnis?
  6. Liquidity Risk penting dalam pengambilan keputusan bisnis karena dapat menjaga kelancaran operasional, meningkatkan ketahanan finansial, dan mengoptimalkan pengelolaan hutang perusahaan.

    Dengan memahami dan mengelola Liquidity Risk dengan baik, perusahaan dapat menghadapi situasi likuiditas yang tidak stabil dengan lebih baik.

Copyright : Blog’s